Sabtu, 21 November 2020

MITOS TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SAAT HAID (Kajian Fiqih Seri 34)

#materi34

MITOS TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SAAT HAID

Oleh : Makhin ahmad

Dalam kitab-kitab fiqih sering ditemukan keterangan tentang dampak hubungan seksual saat haid yang kebenarannya masih perlu diteliti.  Diantaranya, hubungan tsb bisa menyebabkan anak akan terlahir dengan mata juling (أحول) & mengidap penyakit lepra  (جذام). 

Bagaimana kita memandang ini, karena secara medis modern hubungan seksual saat haid tidak mungkin membuat wanita hamil?

Untuk menyikapi kontradiksi ini, As-Syatiri dalam Syarh Yaqutun Nafis (hal 176) mengatakan : 

وكثير من الوقائع قد تأتي على خلاف العادة ويسمونها فلتة من فلتات الطبيعة. وآذا كتب الله شيئا يتم 

"Banyak sesuatu yang terjadi di dunia inj diluar kebiasaan. Orang-orang menyebutnya sebagai kecelakaan alam.  Dan tentu apa yang sudah ditakdirkan Allah pasti akan terjadi". 

Sebelumnya, As-Syatiri juga menjelaskan bahwa fakta secara medis memang wanita yang haid tidak mungkin mengandung/hamil. Akan tetapi, secara logika hal seperti itu bukan mustahil terjadi. Karena jika sesuatu sudah dikehendaki Allah pasti akan terjadi. 

Terlepas dari semua itu, Kalau-lah efek negatif di atas belum bisa dibuktikan secara medis, Akan tetapi hubungan seksual saat haid tetap saja punya banyak madharat dan efek negatif. Karenanya agama melarang bagi siapa-pun untuk melakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KASUS KELIMA : ISTIHADHAH MUTAHAYIROH MUTLAQAH (Kajian Fiqih seri 55)

_#seri55_ *KASUS KELIMA : ISTIHADHAH MUTAHAYIROH MUTLAQAH* Kasus kelima ini adalah kasus pertama dari tiga jenis mutahayirah yang sudah dise...